- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -

Video Profile Kang Widi

Workshop Multimedia Pembelajaran bagi KKG-MGMP PAB Kota Batam Kepulauan Riau

Foto bersama para peserta workshop - KKG/MGMP PAB Kota Batam
Salam Kreatif dan inovatif,
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 22 dan 23 Agustus 2015, saya diundang untuk sharing tentang multimedia pembelajaran bagi kawan kawan guru Pendidikan Agama Buddha yang tergabung dalam KKG dan MGMP PAB se-Kota Batam.
Suatu hal yang tak terduga, bisa kembali mengunjungi Kota Batam setelah enam tahun lalu, yaitu tepatnya bulan Oktober 2009, saat mengikuti kegiatan sebagai peserta Workshop Manajemen MGMP PAB tingkat nasional. Berangkat dari rumah di Bejen Temanggung, sekitar pukul 09.00 wib, dengan kendaraan buntut saya, menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Perjalanan saya tempuh -+1.5 jam. Pesawat tak off pukul 12.20 wib. Sampai di Bandara Internasional Hang Nadim sekitar pukul 14.20, iya, penernbangan kali ini sesuai jadwal. Dan saat itu saya sudah di jemput oleh Bapak Ngateman selaku Ketua KKG/MGMP PAB Kota Batam.
Dengan kendaraan warna putih yang nyaman, saya langsung diajak meluncur untuk mengunjungi icon Kota Batam, yaitu Jembatan Barelang. Dan ini adalah kunjungn kedua bagi saya. Namun kali ini saya tidak sia siakan. memang sudah saya persiapkan peralatan untuk shooting di tempat itu, selain sebagai salah satu perangkat untuk kegiatan workshop.

Shooting di Jembatan Barelang 2
Saya tak melewatkan momen ini begitu saja, dan tentu karena tak ada orang lain selain pak ketua KKG/MGMP Kota Batam, maka saya meminta beliau untuk menjadi kameramen. Ya, itung itung sebagai pemanasan workshop, karena saat workshop juga ada praktek shooting, begitu alasan saya... :D 

Narsis di Jembatan Barelang 1
Dengan penuh semangat pak Ngateman pun memenuhi semua arahan saya sebagai talent sekaligus sutradara.. hehehe.. Shooting di sana, adalah untuk melengkapi video clip yang sudah saya buat sebelumnya dan  Jembatan Barelang merupakan tempat shooting yang ke-3. Dan inilah hasil shooting di tempat tersebut :
Video Clip Lagu "Bintang dan Purnama"

Sehabis shooting saya pun langsung di ajak ke tempat transit, yaitu di Hotel Penuin, sampai disana saya langsung istirahat, mandi dan pada malamnya, pukul 20.00 wib, kembali di ajak keluar untuk menikmati malam di kota Batam sekaligus makan malam. 
Penyampaian Materi Pentingnya Multimedia Pembelajaran
Pagi harinya, pukul 07.20 wib, saya sudah di jemput lagi untuk siap-siap menuju ke tempat kegiatan yang akan di buka secara resmi oleh Bapak Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Bapak Kodo Eko Prayogo, S.Ag.

Penyampaian Materi Pentingnya Multimedia Pembelajaran
Sungguh, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya karena mendapat kesempatan untuk sharing tentang multimedia bagi kawan kawan gura PAB di Kota Batam ini, yang notabene banyak juga adik-adaik tingkat saya sewaktu kuliah dulu, juga ada teman saat kuliah yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu, akhirnya bisa bertemu dalam kegiatan tersebut.

Praktek membuat Multimedia Pembelajaran
Kebahagiaan lain, adalah mereka semua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop tersebut. Beberapa tema tentang multimedia pembelajaran yang saya sharingkan dengan tema utama "Pentingnya Multimedia Pembelajaran" adalah :
  1. Cara Membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) berbasis PowerPoint;
  2. Cara membuat video clip sebagai media pembelajaran;
  3. Cara membuat multimedia evaluasi pembelajaran berbasis PowerPoint dan;
  4. Cara membuat film pendek sebagai media pembelajaran.
Empat tema tersebut saya sampaikan secara garis besar dan tentu dengan melakukan praktek secara singkat.
Praktek membuat Multimedia Pembelajaran

Menjelaskan tentang multimedia pembelajaran

Praktek membuat video clip dan film pendek

Praktek membuat video clip dan film pendek
Disela sela waktu worshop, saat sore hari saya tak melewatkan ajakan teman pengurus KKG untuk jalan-jalan keliling kota Batam. Ya, waktu itu benar benar saya nikmati sekaligus untuk mencari inspirasi, siapa tahu ada kesempatan lagi untuk kembali ke Kota Batam. hehehe...

Diajak jalan jalan di pantai Coastarina
Tak terasa waktu pun terus berlalu, worshop hari ke-2 di akhiri pukul 11.00 wib, karena saya harus kembali ke pulau Jawa dengan penerbangan pukul 13.20 wib. Selama tiga hari di Batam, banyak hal yang saya dapatkan tentunya, dan juga meninggalkan kenangan yang tak terlupakan (cieeee... ). Ya, sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri dfan merasa tersanjung, karena tak menyangka kawan kawan guru Pendidikan Agama Buddha sangat antusias dan terkesan dengan apa yang sudah saya sharingkan, shingga berharap ada kesempatan selanjutnya untuk bisa mewujudkan sebuah karya. Semoga semua harapan itu terkabul, dan ada kegiatan lanjutan.
Forto bareng pak Ketua KG/MGMP di gerbang Bandara Hang Nadim Batam
Saat penerbangan pun tiba, saya segera beranjak menuju pintu keluar dan menuju pesawat. Penerbagnan pulang, kali ini saya tempuh tidak secara langsung, namun harus transit di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang. Dengan sabar pun saya harus menunggu waktu penerbangan selanjutnya yang dijadwalkan pada pukul 16.55 wib. Namun ternyata, kesabaran saya harus kembali di latih karena penerbangan ditunda 1 jam lagi. Wow, mantab brooo... Ya, namun tentu semua ada hikmahnya, pikir saya dalam hati. Dan setelah pukul 17.45 wib, akhirnya penerbangan siap untuk dilanjutkan. Dari dalam pesawat, sempat melihat sunset dan tidak saya lewatkan untuk mengabadikannya dengan kamera poket yang saya bawa.

Sesaat sebelum lepas landas, ketika transit di Soekarno Hatta Airport Tangerang
Tepat pukul 18.00 wib, pesawat menuju Semarang pun melesat, terbang menembus remang-remang menuju malam itu, dan tepat pukul 19.00 wib akhirnya mendarat dengan mulus di bandara Iternasional Ahmad Yani. Perjalanan saya pun belum berhenti sampai disini, karena masih ada wktu 1.5 jam lagi yang harus saya tempuh menuju kampung tercinta, Lembah Lengkungsari.

Sampai jumpa lagi batam, semoga ada kesempatan selanjutnya.

Lomba Pembuatan Game Edukasi Buddhis - Pertama di Indonesia dengan Hadiah Total mencapai Rp. 40 Juta Rupiah

Poster lomba Game Edukasi Buddhist 2016
Salam kreatif dan inovatif,
Hai halo kawan kawan...
Buat kamu yang suka berkreasi dan berinovasi, khususnya para generasi Buddhist ini ada kesempatan bagus lho. Ikutan Kompetisi Edugame Buddhis, yaitu pembuatan Game Edukasi Buddhis. Ada dua kategori, yaitu berupa software dan non software. Untuk kategori software, kamu bisa membuat dengan aplikasi berbasis IT, bisa berupa flas,unity,construck,powerpoint, atau sejenisnya. Sedangkan untuk non software bisa berupa alat fisik atau alat peraga, contoh permainan untuk ular tangga.

Ayo, munculkan ide dan kreasimu dalam kompetisi ini, wujudkan mimpimu untuk menjadi yang terbaik.

Berikut syarat dan ketentuannya :
Kategori Kompetisi Software & Non Software (berupa Fisik/alat peraga)
Biaya Pendaftaran 50.000 per satu karya
Batas akhir pendaftaran 29 Feb 2016
Batas akhir Penerimaan Materi 31 Maret 2016
TOTAL HADIAH Rp. 40.000.000
KRITERIA MATERI:
  1. Untuk kategori Non Software HARUS berupa Wujud Fisik/Alat Peraga
  2. Belum pernah dipublikasikan
  3. Mengandung unsur Buddha Dhamma
SYARAT & KENTENTUAN KOMPETISI:
  1. HASIL KARYA SENDIRI
  2. Mengisi Form pendaftaran, dan menandatangani surat pernyataan hasil karya sendiri.
  3. Terbuka untuk umum dan untuk semua umur.
  4. Untuk kategori Software wajib mengirimkan hasil karyanya dalam bentuk CD/DVD/Flashdisk , ke sekretariat SIDDHI.
  5. Untuk kategori Non Software dalam wujud fisik dan aksesorisnya, wajib dikirimkan ke sekretariat SIDDHI.
  6. Seluruh hasil karya peserta menjadi hak milik penyelenggara
  7. Penyelenggara berhak memperbanyak hasil karya dan akan memberikan hak royalty kepada pencipta.
  8. Keputusan juru bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Hadiah :
Pemenang Kategori Software :
Juara 1 : Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
Juara 2 ; Rp.    5000.000,- (lima juta rupiah)
Juara 3 : Rp.    3000.000,- (tiga juta rupiah)
Harapan 1 & 2 masing-masing Rp. 1000.000,- (satu juta rupiah)

Pemenang Kategori Non Software :
Juara 1 : Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah)
Juara 2 ; Rp.    5000.000,- (lima juta rupiah)
Juara 3 : Rp.    3000.000,- (tiga juta rupiah)
Harapan 1 & 2 masing-masing Rp. 1000.000,- (satu juta rupiah)

Info Pendaftaran ;
Sekretariat SIDDHI Pusat
Jl. Muwardi I No. 7 RT 15/03 Grogol Jakarta Barat 11450
Telp. 021-556-6168 - 0838 0493 3066 (Kessy)
HP. 0822-1668-9973 (Irianto)

Upacara Bendera HUT ke-70 Republik Indonesia disekeliling Pohon Besar

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Hai kawan-kawan, selamat merayakan HUT RI ke 70. Bagaimana suasana HUT RI di daerah anda, tentu meriah bukan? Kali ini saya akan bercerita tentang peringatan HUT RI ke-70 di desa saya. Untuk wilayah Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, setiap desa melaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh segenap masyarakat desa setempat, dari semua unsur, pemuda/karang taruna, ormas, linmas, PKK dan juga pelajar SD setempat.

Persiapan peserta upacara
Tentu ini menjadi sesuatu yang istimewa dan menjadi sebuah momentum yang mengesankan bagi segenap masyarakat desa yang bisa mengikuti upacara bendera secara langsung di desanya. Petugas upacara terdiri dari para pemuda desa yang tergabung dalam Karang Taruna.

Pelajar SD N Congkrang berperan sebagai Paduan Suara
Spanduk HUT RI ke 70
Menjadi luar biasa karena upacara ini di laksanakan di suasana pedesaan yang masih asri dan sejuk, jauh dari hingar bingar perkotaan. Lapangan desa yang masih di kelilingi pohon-pohon besar nan rindang dan kawasan perhutani yang masih hijau, menjadikan nuansa keheningan upacara makin terasa.

Anak-anak pelajar SD sedang mempersiapkan diri sebagai paduan suara.
Perangkat desa sedang memberikan arahan jalannya upacara
Dalam upacara ini, bertindak sebagai inspektur upacara adalah bapak Kepala Desa Congkrang, bapak Suyono dan Komandan Upacara bapak Budiman selaku Kaur Kesra.

Peserta upacara sedang mempersiapkan diri.
Kawan-kawan, perhatikan pohon-pohon besar yang ada di sekeliling lapangan desaku ini, mantab kan? Bagaimana dengan daerah anda, masih adakah? Semoga demikian, sehingga kita bisa melestarikan lingkungan dengan baik untuk anak cucu kita.

Komandan upacara memeriksa barisan peserta upacara
Barisan pemuda

Barisan tokoh masyarakat
Barisan linmas/hansip

Barisan PKK yang sedang menyiapkan diri
Persiapan upacara
Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Nampak kesejukan dan keasrian alam terlihat jelas disini. 

Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Upacara di lihat dari sebelah atas lapangan
Nah, kawan kawan sekalian, bagaimana ceritamu tentang HUT RI ke 70? Mari berbagi cerita... Semoga dengan peringatan HUT RI ke 70 kita makin bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Mari kita berkontribusi dengan berkarya dan berinovasi.
Tetap Semangat!

Animasi HUT RI Ke-70


Salam Kreatif dan Inovatif,
Hai kawan-kawan, buat anda yang mau memasang Animasi HUT RI ke-70, berikut ini beberapa Animasi yang sudah saya buat. Semoga bermanfaat dan berkenan. Untuk anda yang mau mengusulkan model animasi HUT RI atau mau pesan khusus, silahkan tulis di ruang komentar, gratis. Okey...


Animasi HUT RI ke-70 728x192 pixel

Animasi HUT RI ke-70 728x192 pixel

Animasi HUT RI ke-70 728x192 pixel

Animasi HUT RI ke-70  605x150 pixel


Animasi HUT RI ke-70 300x355 pixel
Animasi HUT RI ke-70 125x125 pixel
Animasi HUT RI ke-70 200x200 pixel

Animasi HUT RI ke-70 300x355 pixel



Download Animasi HUT RI Ke 70 :
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4

Merdeka!
Tetap Semangat!

Kisah Y.A. Sariputta - Bagian 2


Sebelumnya...
Pada masa itu, tinggallah di Rajagrha seorang pertapa bernama Sanjaya dari sekte Paribbajaka, yang mempunyai banyak murid. Setelah memutuskan utnu mendapatkan pentabhisan di bawahnya, Upatissa dan Kolita pergi ke sana, masing-masing dengan 500 brahmana pengikut mereka, dan semua menerima pentabhisan. Sejak itu, reputasi dan ketenaran Sanjaya meningkat pesat...
-----
Dalam waktu singkat, kedua sahabat itu telah mempelajari semua doktrin Sanjaya, dan mereka bertanya, "Guru, apakah doktrinmu begini, atau masihkah ada yang lain?"

Sanjaya menjawab, "Hanya ini saja, kalian sudah mengetahui semuanya."

Setelah mendengarnya, mereka berfikir, "Kalau demikian, percuma saja berguru terus kepadanya. Tetapi India begitu luas, apabila kita berkelana dari desa ke desa, kota dan daerah, kita akan menemukan guru yang dapat menunjukkan jalan pembebasan bagi kita."

Setelah berkelana ke seluruh daerah India, mereka kembali, dan tiba di tempat perjanjian mereka, kemudian mereka sepakat bahwa siapa yang terlebih dahulu menemukan keadaan tanpa kematian, harus memberitahu yang lain.

Beberapa waktu kemudian, Yang Diberkahi datang ke Rajagrha. Di antara 61 arahat yang dikirim sang Guru untuk menyebarkan nilai - nilai Tiga Mustika ke seluruh dunia, tersebutlah Sesepuh Assaji, yang merupakan bagian dari kelompok lima pertapa, merupakan pendamping terdahulu sang Buddha sebelum mencapai penerangan, dan sesudah itu murid pertamaNya.

Sesepuh Assaji telah kembali ke Rajagrha sesudah lama berkelana, dan ketika pada suatu pagi, pada saat Beliau pergi berpindapata di kota, beliau terlihat oleh Upatissa, yang sedang dalam perjalanannya ke biara pertapa Paribbajaka. Terpesona oleh sikap dan penampilan Assaji yang tenang, Upatissa berpikir, "Tidak pernah saya berjumpa dengan pertapa seperti ini sebelumnya. Beliau pasti salah satu arahat, atau sedang dalam perkembangan menuju ke arahatan. Apakah perlu saya menghampirinya dan bertanya, "Kepada siapakah Anda berguru? Siapakah gurumu dan ajaran siapakah yang Anda jalankan?"

Kemudian, ketika sang sesepuh telah selesai mengumpulkan makanan dan Upatissa meyusulnya ke tempat lain untuk duduk dan makan, ia menyiapkan tempat duduknya sendiri yang selalu dibawanya dan menawarkannya kepada sang Sesepuh. Sesepuh Assaji memakan makanannya, Upatissa lalu melayaninya dengan memberikan minum dari tempat airnya sendiri; dan dengan jalan tersebut telahh menunjukkan kewajiban murid kepada gurunya.

Setelah mereka bertukar salam, Upatissa berkata, "Begitu tenang roman mukamu, Yang Mulia. Begitu murni dan terang kulitmu. Di bawah siapakah Anda berguru menjadi pertapa? Siapakah gurumu dan doktrin siapakah yang Anda jalani?"

Assaji menjawab, "Dia adalah Pertapa Agung, saudara, keturunan Sakya. Di bawah Yang Terberkahilah saya berguru. Beliau adalah guruku dan Dhamma-Nyalah yang saya jalankan."

"Apa yang diajarkan oleg guru Yang Mulia, apa yang Beliau nyatakan?" Ditanya seperti itu, Sesepuh Assaji berfikir, "Pertapa ini diluar ajaran Buddha. Saya harus menunjukkan kepadanya betapa besarnya ajaran ini." Jadi ia berkata, "Saya masih baru, temanku. Belum begitu lama sejak saya meninggalkan rumah, dan baru-baru ini saya menerima ajaran dan disiplin ini. Saya tidak dapat menjelaskan Dhamma secara terperinci kepadamu."

Sang pengelana menjawab, "Saya bernama Upatissa, katakanlah kepada saya berdasarkan kemampuan Anda, walaupun sedikit, itu akan menjadi tugas saya untuk memahami artinya dengan seratus atau seribu cara pun."

Dan ia menambahkan;

"Sedikit atau banyak yang dapat engkau katakan artinya saja,
nyatakanlah kepadaku!
Untuk tahu artinya adalah keinginanku sati-satunya;
tidak berguna bagiku kata-kata yang banyak."

Sebagai jawabanya, Sesepuh Assaji menyatakan bait ini:

"Segala hal mempunyai sebab,
Tathagata menjelaskan sebab tersebut;
dan bagaimana mereka hilang,
itu  pula yang dikatakanNya,
inilah doktrin dari Pertapa Agung."

Setelah mendengar dua baris pertama, Upatissa mencapai tingkat Calon Pemenang Arus (Sotapatti-magga) dan pada dua baris yang lain Ia telah menjadi Pemenang Arus (Sotapatti-phala).

Sebelum mendapatkan pencapaian yang lebih tinggi, Ia berpikir; "Di sinilah arti pembebasan akan ditemukan!" Ia berkata kepada sang sesepuh: "Janganlah memperluas penjelasan tentang Damma ini, Yang Mulia. Ini sudah cukup. tetapi di manakah guru kita tinggal?"

"Di Vihara Hutan Bambu, pengelana," jawab sesepuh Assaji.

Bersambung.....

Baca bagian 1.

Penyampaian Materi "Mengembangkan Kreatifitas dan Inovasi Guru Pendidikan Agama Buddha"

Foto 1
Salam Kreatif dan Inovatif....
Kawan kawan, kali ini saya akan cerita pengalaman saat berada di Lembang Bandung, Jawa Barat. Tepatnya pada tanggal 7 - 8 Juli 2015 yang lalu saya di undang mengisi kegiatan Pembinaan Guru Agama Buddha Non PNS se Propinsi Jawa Barat. 
Dalam kegiatan ini saya di beri kepercayaan untuk menyampaikan materi tentang "Mengembangkan Kreatifitas dan Inovasi Guru Pendidikan Agama Buddha" Tentu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Foto 2
Mengapa menjadi pengalaman yang luar biasa? Ya, karena ini merupakan pengalaman pertama saya menapakkan kaki di Kota Kembang, Bandung yang merupakan salah satu kota impian yang selama ini ingin saya kunjungi.

Foto 3
Berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang dengan penerbangan pukul 16.05 wib, dan sampai di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 17.20 wib. Karena dalam suasana bulan ramadhan dan saat itu menjelang buka puasa (walau saya tidak ikut puasa), di pintu kedatangan di sediakan sub buah gratis...

Foto 4
Untuk beberapa waktu lamanya, saya harus dengan sabar nunggu jemputan dari mas Yogi yang harus menembus kemacetan Kota Bandung di saat menjelang malam hari dengan motor bebek.
Setelah kurang lebih 30 menit meninggu, akhirnya mas Yogi datang juga.


Foto 5
Pelaksanaan kegiatan di Hotel Takashimaya, Lembang Bandung dengan udara yang cukup dingin dan menusuk tulang (katanya), yaa,,, hampir mirip juga dengan hawa di Temanggung kotaku.

Foto 6
Sesampai di hotel, saya langsung di ajak makan malam dan disitulah saya ketemu kawan kawan lama yang sudah hadir sebagai peserta. Namun tidak termasuk dalam peserta non PNS, karena kebetulan kawan-kawanku sudah PNS.

Foto 7

Foto 8

Foto 9

Foto 10 ; Foto bareng semua peserta wanita bersama Pembimas Buddha Propinsi Jawa Barat, Bapak Eko Supeno

Foto 10 ; Foto bareng semua peserta laki laki bersama Pembimas Buddha Propinsi Jawa Barat, Bapak Eko Supeno
Terimakasih kawan kawan Guru Agama Buddha non PNS sebagai peserta yang telah mengikuti sesi saya dengan antusias, juga kepada kawan kawan Guru PNS semoga kelak ada kesempatan bagi saya untuk berbagi pengalaman, tak lupa juga buat mas Yogi dan bapak Eko Supeno selaku Bimas Buddha Jawa Barat beserta staff.


Agenda Tahun 2018

1. Tanggal 5 - 6 Januari Temu Pelatih Nasional dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI 2018. 2. Tanggal 22 April; Video Converenc Maluku Belajar 3. Tanggal 28 April; Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bidang TIK - Tana Toraja Sulsel. 4. Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau. 5. Tanggal 25 - 27 Juli; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi RIau

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan

Pesan Buku: Klik Gambar

Pesan Buku: Klik Gambar
Buku layak baca: Pengembangan Potensi Diri Menurut Agama Buddha
Instagram

Translate