- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -

Video Profile Kang Widi

Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru SMP Tahun 2016


A. Pengertian

  1. Inovasi; Inovasi adalah penemuan hal-hal yang baru/ pembaharuan, atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). 
  2.  Pembelajaran; Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 
  3.  Inovasi Pembelajaran; Inovasi pembelajaran merupakan sebuah upaya pembaharuan terhadap berbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran dan mampu memecahkan masalah pembelajaran, serta memiliki dampak positif dan manfaat berkelanjutan. 
  4.  Lomba Inovasi Pembelajaran; Lomba inovasi pembelajaran adalah kegiatan bagi guru SMP untuk berkompetisi pada tingkat nasional dalam penyusunan karya inovatif yang mampu memecahkan masalah proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.
B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016 berisi tentang pengalaman pembelajaran terbaik guru SMP yang merupakan hasil inovasi/hal-hal baru/pembaharuan dalam model, pendekatan, strategi, metode, dan media pembelajaran untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil inovasi dituangkan dalam bentuk naskah yang didokumentasikan dalam bentuk hardcopy dan softcopy (CD/DVD/flashdisc).
Lomba Inovasi Pembelajaran ini dikelompokkan menjadi tiga bidang, yaitu:

  1. Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Untuk bidang ini menggunakan kode MIPA
  2.  Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa, PPKn, dan Muatan Lokal (Mulok). Untuk bidang ini menggunakan kode IPSB
  3.  Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni Budaya, Prakarya, Pendidikan Agama, dan Bimbingan Konseling (BK). Untuk bidang ini menggunakan kode SORAK.

C. Tema dan Isi Karya Lomba
Tema Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016:
“Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Pintar, Terampil, dan Berkarakter”
Adapun isi karya lomba inovasi pembelajaran mengacu pada kurikulum yang berlaku di sekolah terkait dengan pendekatan, metode, model, strategi, dan media pembelajaran.

D. Prinsip-prinsip Lomba
Prinsip-prinsip yang diterapkan dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016 bersifat inovatif, edukatif, kompetitif, objektif, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

  1. Inovatif: menghargai penemuan hal-hal yang baru/pembaharuan yang dilakukan oleh guru, atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya; 
  2.  Orisinal: merupakan karya sendiri, bukan hasil dari plagiat; 
  3.  Edukatif: menumbuhkan sikap sportivitas, kebersamaan, dan saling menghargai keunggulan masing-masing karya yang dihasilkan; 
  4.  Kompetitif: membangun semangat dan daya saing antarguru SMP secara sehat; 
  5.  Objektif: penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas tidak dipengaruhi subjektivitas penilai; 
  6.  Transparan: dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan dan dilaksanakan secara terbuka; 
  7.  Akuntabel: dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak yang berkepentingan;
  8.  Efektif: pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan; 
  9. Efisien: ketepatan cara, waktu, tenaga dan biaya sesuai dengan yang direncanakan.

E. Ketentuan Lomba 

I. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016:
a. memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
b. melampirkan surat tugas mengikuti lomba dari atasan langsung dan diketahui oleh dinas pendidikan kabupaten/kota sebagai tembusan;
c. melampirkan biodata sesuai dengan format terlampir;
d. memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma 4 (D-IV) dengan melampirkan fotokopi ijazah dan dilegalisasi oleh atasan;
e. melampirkan surat keterangan sehat dari dokter;
f. melampirkan surat pernyataan belum pernah menjadi peringkat satu, dua, dan tiga pada Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional pada tahun 2013, 2014, dan 2015 (lihat lampiran 3).
g. melampirkan surat pernyataan bahwa karya inovasi pembelajaran tersebut telah didiseminasikan pada teman sejawat yang diketahui oleh kepala sekolah.
h. tidak sedang tugas belajar yang dibiayai Pemerintah (lihat lampiran 3).

II. Persyaratan Karya
Karya yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Pembelajaran
a. bersifat individual,
b. satu karya,
c. orisinal,
d. telah diimplementasikan pada proses pembelajaran dan sudah ada hasilnya maksimal tiga tahun terakhir, dan
e. belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis baik secara nasional maupun internasional.

Tiga persyaratan (c, d, dan e) tersebut dinyatakan dengan surat pernyataan dan ditandatangani yang bersangkutan di atas lembar bermeterai Rp 6000,00 (lihat lampiran 3).

III. Persyaratan Naskah
  1. Naskah diketik mengikuti teknik dan sistematika penulisan yang ditentukan dalam Pedoman Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016. 
  2. Karya inovasi pembelajaran yang dikirim berupa naskah atau dokumen tertulis dalam bentuk hardcopy dan softcopy dalam CD/DVD/flashdisk, serta melalui pos-el (e-mail) dengan alamat inobelsmp2016@gmail.com
 F. Seleksi dan Penilaian
1. Seleksi
Untuk Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016, teknik seleksi dilakukan melalui empat tahap, yaitu:
a. Tahap I
Pada tahap I dilakukan seleksi dengan cara menilai aspek-aspek: 6
1) Kelengkapan dokumen dan keaslian naskah, serta kesesuaian karya inovasi pembelajaran dengan pedoman merupakan persyaratan utama. Penilaian dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar dengan menggunakan instrumen 1.
2) Kesesuaian jadwal pengiriman dokumen.
b. Tahap II
Pada tahap II dilakukan penilaian esensi karya inovasi pembelajaran oleh dewan juri.
Hasil dari Seleksi Tahap II memilih 34 peserta dari masing-masing bidang lomba (total 102 untuk tiga bidang lomba) yang diundang ke tingkat nasional dengan menggunakan instrumen 2.
c. Tahap III,
Pada tahap III, peserta yang lolos seleksi tahap II sebanyak 34 peserta dari masing-masing bidang lomba (total 102 untuk tiga bidang lomba) melakukan pameran atau display karya inovasi pembelajarannya. Pada tahap III dilakukan penilaian tampilan karya inovasi pembelajaran yang dilakukan untuk menentukan 10 finalis dari tiap bidang lomba dengan menggunakan instrumen 3.
d. Tahap IV,
Sepuluh finalis dari setiap bidang lomba (total 30 finalis) mempresentasikan karyanya di depan forum terbuka yang dinilai oleh juri dengan menggunakan instrumen 4.

2. Penilaian
a. Aspek yang Dinilai
Karya inovasi pembelajaran akan dinilai berdasarkan aspek-aspek berikut.
1) Asli: karya inovasi pembelajaran yang diusulkan merupakan hasil pemikiran/karya sendiri bukan plagiat.
2) Spesifik: karya inovasi pembelajaran yang diusulkan memiliki kekhususan yang menarik untuk diaplikasikan dalam pembelajaran.
3) Unik: karya inovasi pembelajaran yang diusulkan memiliki nilai-nilai kekhususan dan keistimewaan tersendiri.
4) Inovatif: Karya inovasi yang dibuat mengandung unsur kebaruan.
5) Sistematis: tata urut karya inovasi pembelajaran yang diusulkan sesuai dengan ketentuan pada pedoman.
6) Aplikatif: karya inovasi pembelajaran diusulkan, mudah diterapkan, digunakan, dan dikembangkan oleh pengguna.
7) Inspiratif: karya inovasi pembelajaran yang diusulkan mampu mengilhami pengguna untuk melakukan pembaharuan dalam pembelajaran;
8) Bermakna: karya inovasi pembelajaran yang diusulkan bermanfaat untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran.


Sistematika Penulisan Naskah

Penulisan naskah karya yang diikutkan dalam Lomba Inovasi Pembelajaran Bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016 harus menggunakan sistematika sebagai berikut.

SAMPUL NASKAH
HALAMAN JUDUL
SURAT PERNYATAAN
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR/FOTO
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat

BAB II LANDASAN TEORI
Konsep/Teori yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran

BAB III KARYA INOVASI PEMBELAJARAN
A. Ide Dasar
B. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran
C. Proses Penemuan/Pembaharuan
D. Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran
E. Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
F. Analisis Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
G. Diseminasi

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
 

Lebih lengkapnya silahkan Download Pedoman Lomba disini.


Pengerasan Jalan - Jalan Raya Sukorejo - Parakan Km. 10 Kabupaten Temanggung


Salam Kreatif dan Inovative,
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu target dari pemerintahan saat ini, salah satunya pembangunan jalan (baca; perbaikan). Khususnya di jalan - jalan utama. Walau pun masih banyak di daerah pedalaman yang masih jauh dari pembangunan, atau banyak jalanan yang rusak dan sangat tidak layak disebut jalan. 


Daerahku, merupakan salah satu tempat yang dilalui jalurjalan propinsi dan menjadi salah satu lokasi yang sedang di perbaiki dengan sistem pengerasan jalan/cor. Tentu harapan segenap warga masyarakat dengan pembangunan ini kelakjalanan menjadi lebih bagus dan memperlancar roda perekonomian.


Yang diharapkan pula adalah kualitas dari pembangunan itu sendiri, dikerjakan ngan anggaran yang sesuai dan tidak ada manipulasi.














Video Saat Proses Pengecoran
 

Memang, dengan adanya pembangunan ini menjadikan lalu lintas macet, bahkan sampai berjam-jam. Namun demikian harus disadari oleh semua pengguna jalan, bahwa inilah proses dan setelah pembangunan selesai tentu kita bisa menikmatinya dan jalan menjadi lebih nyaman untuk kita lalui.






Jadi, yang harus kita lalukan adalah tetap bersabar, jangan main serobot saat terjadi kemacetan dan tertib saat macet. Karena setelah semua itu berlalu, kita akan menikmati kenyamanan dari hasil kemacetan-kemacetan yang terjadi...



Cerita Jataka - Kura - Kura Yang Bawel (Cerewet)


KACCHAPA-JĀTAKA
Sumber : Indonesia Tipitaka Center

“Kura-kura ingin berbicara,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Kokālika (Kokalika).
Cerita pembukanya akan dikemukakan di  dalam Mahātakkāri-Jataka129. Di sini kembali Sang Guru berkata: “Ini bukan pertama kalinya, Para Bhikkhu, Kokalika dirusak (reputasi)-nya karena berbicara, tetapi dia juga sama seperti sebelumnya.”
Dan kemudian Beliau menceritakan kisah masa lampau.
____________________
Dahulu kala Brahmadatta adalah Raja Benares, Bodhisatta terlahir di istana, tumbuh dewasa, menjadi penasihat raja dalam segala urusan pemerintahan dan spiritual. Tetapi raja ini sangat suka berbicara; ketika dia berbicara, tidak ada kesempatan untuk yang lainnya mengucapkan sepatah kata pun. [176] Dan Bodhisatta menunggu suatu kesempatan, berharap dapat menghentikan pembicaraannya yang banyak itu.
Kala itu di sana terdapat seekor kura-kura yang menetap di sebuah kolam di daerah Himalaya.
Dua angsa muda liar, ketika sedang mencari makan, bertemu dengan kura-kura ini; lama kelamaan mereka menjadi teman akrab. Suatu hari dua angsa itu berkata kepadanya: “Teman Kura-kura, kami memiliki sebuah rumah yang indah di Himalaya, di atas satu dataran tinggi di Gunung Cittakūta, di dalam sebuah gua emas! Maukah Anda pergi bersama kami?”
“Bagaimana caranya,” katanya, “saya bisa ke sana?” “Oh, kami akan membawamu jika kamu dapat menutup mulutmu, dan tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada siapa pun.”
“Ya, saya dapat melakukan itu,” katanya; “bawalah saya!”

Jadi mereka menyuruh kura-kura menggigit sebuah batang kayu dengan giginya, dan mereka sendiri memegang kedua ujung batang tersebut, mereka terbang ke udara.
Anak-anak desa melihat ini, dan berseru—“Di sana ada dua angsa membawa seekor kura-kura dengan sebatang kayu!”
(Pada saat ini, kedua angsa yang terbang dengan cepat telah sampai di atas istana raja, di Benares).

Kura-kura ingin berteriak—“Ya, dan jika teman-temanku membawaku, apa hubungannya dengan kalian, orang-orang yang jahat?”—ia pun melepaskan gigitannya pada batang kayu itu dan jatuh ke halaman istana, terbelah dua! Betapa ricuhnya keadaan di sana! “Seekor kura-kura jatuh ke halaman istana dan terbelah dua!” teriak mereka. Raja, dengan Bodhisatta, dan semua anggota istananya, datang ke tempat itu, dan ketika melihat kura-kura tersebut, raja menanyakan Bodhisatta sebuah pertanyaan. “Guru yang Bijak, apa yang membuat makhluk ini jatuh?”

“Sekaranglah saatnya!” pikir Bodhisatta. “Untuk waktu yang lama, saya berharap untuk menasihati raja, dan saya telah menunggu-nunggu kesempatan. Tidak diragukan lagi, kenyataannya adalah begini; kura-kura dan kedua angsa menjadi teman; angsa-angsa tersebut pasti berniat untuk membawanya ke Himalaya, dan menyuruhnya memegang sebuah batang di antara giginya dan kemudian mengangkatnya terbang ke udara; kemudian kura-kura tersebut mendengar beberapa perkataan dan ingin untuk menjawabnya; karena tidak sanggup untuk menahan mulutnya, dia pun melepaskan dirinya; [177] dan pasti dia jatuh dari udara dan menemui ajalnya.” Demikianlah yang dipikir Bodhisatta, dan dia menasihati raja demikian: “Oh Paduka, mereka yang terlalu banyak mulut, yang tidak membatasi perkataan mereka, akan menemui kemalangan seperti ini;” dan dia pun mengucapkan bait-bait berikut:—

Kura-kura ingin berbicara dengan keras,
walaupun di antara gigi-giginya,
sebatang kayu digigitnya, tetapi,
walaupun begitu, dia tetap berbicara—
dan akhirnya jatuh ke bawah.
Dan sekarang ingatlah baik-baik,
Anda harus berbicara dengan bijaksana,
harus berbicara tepat pada waktunya.
Jatuh menemui ajalnya sang kura-kura:
Dia berbicara terlalu banyak; itulah sebabnya.

“Dia sedang mengataiku!” pikir raja di dalam hatinya, dan menanyakan Bodhisatta apakah benar demikian.
“Apakah itu Anda, Paduka, ataupun orang lain,” jawab Bodhisatta, “siapa pun yang berbicara di luar batas, akan menemui kesengsaraan seperti ini.” Demikianlah dia membuat hal itu terwujudkan.
Dan sejak itu, raja mengendalikan diri dalam berbicara dan menjadi seorang yang berbicara sedikit.
____________________
[178] Uraian ini berakhir, Sang Guru mempertautkan kisah kelahiran mereka:—“Pada saat itu, Kokālika (Kokalika) adalah kura-kura, dua mahāthera yang terkenal adalah dua angsa liar, Ānanda adalah raja, dan Aku adalah penasihatnya yang bijaksana.”

Berikut ini Video Animasi "Kura - Kura Yang Bawel" :


____________________
Catatan kaki :
128 Fausbøll, Five Jātakas, hal. 41; Dhammapada, hal. 418; bandingkan Benfey’s Pantschatantra, i. hal. 239; Babrius, ed. Lewis, i. 122; Phaedrus, ed. Orelli, 55, 128; Rhys Davids, Buddhist Birth Stories, viii.; Jacobs, Indian Fairy Tales, hal. 100 and 245.
129 Takkāriya-Jātaka, No. 481.

Pencipta Metode Membaca "Ini Budi" Itu Telah Meninggal - Ibu Siti Rahmani Rauf


Salam kreatif dan inovatif,
Masih ingat saat usiaku SD dulu, aku diajar membaca oleh guruku, di kelas 1 pada tahun 1981/1982 dan sampai saat ini masih terngiang jelas kalimat kalimat itu :

Ini Budi
Ini Ibu Budi
Ini Bapak Budi
Ini Ani
Ani Kakak Budi
Itu Wati
Wati Adik Budi 

Kini, ibu Siti Rahmani Rauf yang merupakan perempuan yang berjasa di bidang pendidikan, sosok yang memperkenalkan metode membaca ‘Ibu Budi’. Dan hingga kini metode baca yang diperkenal Siti Rahmani Rauf masih digunakan.
Jasa Ibu Siti Rahmani Rauf  begitu besar karena metode baca ‘Ibu Budi’ sangat membantu mempermudah anak-anak lebih cepat membaca.Baliau telah meninggal dunia hari Selasa 10 Mei 2016 sekitar pukul 21.20 WIB.
Semasa hidupnya Ibu Siti Rahmani Rauf menjadi sosok yang sangat berjasa lewat metode baca ‘Ibu Budi’ di era 1980-an anak-anak Indonesia mulai mengenal bahasa Indonesia dan lebih mudah untuk membaca.
Semoga jasa beliau tetap tak terlupakan dan segala amal baiknya menuntun beliau untuk terlahir dalam kebahagiaan.
Selamat jalan Ibu Siti Rahmani Rauf....
Referensi : Kompas.Com
 

Cuplikan Bagian Penting Pidato Mendikbud Dalam Rangka Hardiknas 2016



Salam Kreatif dan Inovatif,
Berikut ini cuplikan bagian penting pidato Mendikbud dalam rangka Hardiknas 2016 yang bermanfaat untuk program back to school:


"Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi"....

Semoga mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Selamat berjuang untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 - Kabupaten Kendal

Pengibar Bendera, Tim Paskibra dari SMAN 1 Sukorejo
Bertempat di Lapangan Desa Tlogo Payung Kecamatan Palantungan Kabupaten Kendal, Upacara Hari Pendidikan Nasional Tingkat Kabupaten Kendal dilaksanakan. Sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Perahu, yang sejuk dan asri. Tak jauh dari desa tersebut juga terdapat Air Terjun yang bernamaa Air Terjun Semawur.

Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional ini dihadiri oleh segenap kepala sekolah dan guru dari jenjang TK, SD, SMA dan SMK yang Ibu Bupati Kendal sebagai Inspektur upacara dan bapak Muridi, Kepala SDN 4 Plososari Patean sebagai Komandan Upacara.

Selain guru dan kepala sekolah, peserta upacara terdiri dari siswa siswi SD, SMP, MTs, MA, SMA, SMK se ex Kawedanan Selokaton.

Bertugas sebagai Paduan Suara adalah Tim Paduan Suara dari SMA Negeri 1 Sukorejo. Setelah upacara selesai, peserta upacara dan penduduk sekitar di suguhi atraksi Marching Band dari Pondok Pesantern Darul Amanah, SDN 2 Sukorejo dan MI Plantungan.

Jalan depan pasar Plantungan, menuju Desa Tlogo Payung
Jalan Desa Wonodadi, menuju desa Tlogo Payung
Tampak keasrian Gunung Perahu dari jalan Desa Wonodadi
Desa Tlogo Payung
Persiapan Upacara di Lapangan Desa Tlogo Payung
Persiapan Upacara di Lapangan Desa Tlogo Payung
Persiapan Upacara di Lapangan Desa Tlogo Payung
Persiapan Upacara di Lapangan Desa Tlogo Payung
Persiapan Upacara di Lapangan Desa Tlogo Payung, Tim Paduan Suara SMAN 1 Sukorejo
Peserta Upacara

Ibu Mirna, Bupati Kendal sebagai Inspektur Upacara
Peeriapan Pengibaran Bendera

Peserta Upacara yang tidak disiplin
Pengibaran Bendera Oleh Paskibra SMAN 1 Sukorejo

Pengibaran Bendera Oleh Paskibra SMAN 1 Sukorejo

Penghormatan Bendera Merah Putih

Pengibaran Bendera Oleh Paskibra SMAN 1 Sukorejo

Pengibaran Bendera Oleh Paskibra SMAN 1 Sukorejo

Tamu Undangan


Peserta Upacara yang tidak disiplin

Hormat Grak!! 

Peresmian Jurnal Guru
Bergaya bersama rekan rekan guru
Para Ketua MKKS SD, SMP, SMA/SMK berfoto bersama Kepala DIkbud Kendal
Bersama Bapak Muryono, Kepala Dikbud Kendal (PSH Cokelat)
Ibu Mirna, Bupati Kendal didampingi Kepala Dikbud Kendal sedang diwawancarai wartawan
Group Marching Band dari SDN 2 Sukorejo
Group Marching Band dari SDN 2 Sukorejo
Bersama Ibu Bupati Kendal, Ibu Mirna dan Bapak Muryono, Kepala Dinas Dikbud Kendal
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Bapak Muryono sedang diwawancarai wartawan

Agenda Tahun 2018

1. Tanggal 5 - 6 Januari Temu Pelatih Nasional dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI 2018. 2. Tanggal 22 April; Video Converenc Maluku Belajar 3. Tanggal 28 April; Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bidang TIK - Tana Toraja Sulsel. 4. Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau. 5. Tanggal 25 - 27 Juli; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi RIau

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan

Pesan Buku: Klik Gambar

Pesan Buku: Klik Gambar
Buku layak baca: Pengembangan Potensi Diri Menurut Agama Buddha
Instagram

Translate