- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -

Video Profile Kang Widi

IGI Kab. Kendal di undang dalam Rapat Evaluasi PPDB 2019 Kab. Kendal bersama Komisi X DPRR RI

Penyerahan dokumen tertulis usulan IGI Kendal terkait evaluasi PPDB 2019
Kamis, 27 Juni 2019 bertempat di Operation Room Pemda Kendal, Ikatan Guru Indonesia (IGI) mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam rapat evaluasi PPDB 2019 di Kabupaten Kendal bersama Komisi X DPR RI pada Kunjungan Kerja spesifik.


Rapat ini berlangsung terbuka yang di pantau langsung oleh para wartawwan dari berbagai media cetak dan elektronik. Peserta rapat ini adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI beserta rombongan,  Bupati Kendal yang di wakili oleh Wakil Pupati Kendal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal beserta jajarannya, Kepala Cabang Dinas DIkbud Provinsi Jawa Tengah Wilayah XIII, Dewan Pendidikan Kab. Kendal, Perwakilan MKKS SMA dan SMK, SMP, SD Negeri, Kepala SMP dan SD/MI swasta dan dari Orprof adalah IGI dan PGRI Kendal. 

Delagasi IGI, Bapak Widi Astiyono, Bapak Isha Anshori dan Bapak Jaitu Rohman
Delegasi IGI ada 3 orang, yaitu Bapak Drs. Isa Anshori, M.Si. selaku Ketua IGI Kab. Kendal, Bapak Jaitu Rohman, S.Pd., sekretaris IGI Kab. Kendal dan di damping oleh Bapak Widi Astiyono, S.Ag., M.Pd, Wasekjen PP IGI Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan yang kebetulan adalah bertugas sebagai guru di Kab. Kendal.

Beriskusi bersama Bapak Dr. Sanusi, M.Pd, dari Kemendikbud
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum IGI, Bapak Muhammad Ramli Rahim, IGI mendukung system zonasi sebagai Solusi Pemerataan Pendidikan Indonesia. Namun demikian IGI Kendal juga menyampaikan beberapa poin sebagai usulan dalam rapat evaluasi ini yaitu:
Poin-poin usulan IGI Kab. Kendal
Salah satu poin pentting yang diusulkan oleh IGI Kendal adalah, kuota jalur prestasi setidaknya bisa mencapai 25% dan tidak hanya prestasi non akademik saja melainkan juga prestasi akademik, hal ini penting karena untuk tetap memacu semangat belajar para siswa dan tetap adanya kompetisi dalam berprestasi secara akademik.

 

Bapak Widi Astioyono, foto bersama Bapak Agus Rifai (tengah) Kepala Disdikbud Kab. Kendal dan Bapak Sanusi, dari Kemendikbud RI
Bapak Widi Astioyono dan bapak Jaitu Rohman, foto bersama Bapak Sanusi (tengah), dari Kemendikbud RI
Bapak  Dr. Abdul Fikri Faqih, MM, Wakil Ketua Komisi X DPR RI memimpin rapat
Bapak Wakil Bupati Kendal menyampaikan sambutan
Bapak Sutadi, Sekretaris Dinas Dikbud Kab. Kendal memaparkan  berbagai hal terkait PPDB di Kab. Kendal.



Bapak Dr. Sanusi, M.Pd. dari Kemendikbud RI menyampaikan tanggapan 

Survei Kebutuhan Buku Materi Pengayaan PAB SD, SMP, dan SMA/SMK

Salam kreatif dan inofatif,
Hai, halo para pembaca yang berbahagia, khususnya rekan-rekan guru agama Buddha di seluruh tanah air.  Mohon bantuannya ya buat survei kebutuhan buku Pendidikan Agama Buddha, khususnya untuk buku pengayaan materi. Aku sedang menulis buku pengayaan materi Pendidikan Agama Buddha dalam benyuk TTS atau Teka-teki Silang, untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA/SMK. Pada tahap awal, buku TTS PAB SD Semester 1 sudah siap terbit dan rencana rilis pada bulan Agustus 2019. Sedangkan untuk jenjang SD Semester 2, rencana terbit bulan Desember 2019. Untuk jenjang SMP dan SMA/SMK segera menyusul tentunya. Yang pasti semua bahan sudah siap. Oleh karena itu mohon berkenan mengisi survei yang aku buat dengan klik link dibawah ini:


Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan terimakasih.

Nama/Istilah dan Silsilah dalam Keluarga Jawa


Sumber: kaskus.co.id

Salam kreatif dan inovatif,
Buka-buka file, tidak senganja nemu file berisikan istilah silsilah dalam keluarga, namun aku aku lupa darimana sumbernya. Namun setelah aku browsing, ada beberapa tambahan sebagai pelengkap dalam istilah-istilah tersebut. Suber tersebut akudapatkan dari Kaskus.Co.Id semoga bermanfaat.

Dalam Keluarga Jawa biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tua Bapak dan ibu disebut Eyang (Kakek/Nenek dalam bahasa Indonesia). Orang tua Eyang disebut apa? dan seterusnya. Ternyata sistem kerabat jawa ini masih lebih mudah dibanding dengan sistem suku-suku lain di Indonesia. Indonesia memang kaya budaya.

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) sampai urutan ke-18 dalam Bahasa Jawa.

URUTAN KE ATAS :
  1. Moyang ke-18. Eyang Trah Tumerah
  2. Moyang ke-17. Eyang Menyo-menyo
  3. Moyang ke-16. Eyang Menyaman
  4. Moyang ke-15. Eyang Ampleng
  5. Moyang ke-14. Eyang Cumpleng
  6. Moyang ke-13. Eyang Giyeng
  7. Moyang ke-12. Eyang Cendheng
  8. Moyang ke-11. Eyang  Gropak Waton
  9. Moyang ke-10. Eyang Galih Asem
  10. Moyang ke-9. Eyang Debog Bosok
  11. Moyang ke-8. Eyang Gropak Senthe
  12. Moyang ke-7. Eyang Gantung Siwur
  13. Moyang ke-6. Eyang Udeg-udeg
  14. Moyang ke-5. Eyang Wareng
  15. Moyang ke-4. Eyang Canggah
  16. Moyang ke-3. Eyang Buyut
  17. Moyang ke-2. Eyang (kakek/nenek dlm bhs Indonesia)
  18. Moyang ke-1. Bapak/Ibu
DILIHAT DARI POSISI KITA :
Urutan ke bawah :
  1. Keturunan ke-1. Anak
  2. Keturunan ke-2. Putu
  3. Keturunan ke-3. Buyut
  4. Keturunan ke-4. Canggah
  5. Keturunan ke-5. Wareng
  6. Keturunan ke-6. Udeg-udeg
  7. Keturunan ke-7. Gantung siwur
  8. Keturunan ke-8. Gropak Senthe
  9. Keturunan ke-9. Debog Bosok
  10. Keturunan ke-10. Galih Asem
  11. Keturunan ke-11. Gropak waton
  12. Keturunan ke-12. Cendheng
  13. Keturunan ke-13. Giyeng
  14. Keturunan ke-14. Cumpleng
  15. Keturunan ke-15. Ampleng
  16. Keturunan ke-16. Menyaman
  17. Keturunan ke-17. Menyo2
  18. Keturunan ke-18. Tumerah
Istilah dalam Keluarga dengan ikatan darah:
  1. Bapak/Bapa/Rama -> Bapak
  2. Emak/Ibu/Biyung/Sibu/Simbok -> Ibu
  3. Mas/Kakang/Kangmas/Raka -> Kakak laki-laki
  4. Mbak/Mbakyu -> Kakak Perempuan
  5. Adhik/Dhik/Dimas/Rayi -> Adik laki-laki & Diajeng/Jeng -> Adik perempuan.
  6. Simbah/Mbah/Eyang Kakung -> Kakek
  7. Simbah/Mbah/Eyang Putri-> Nenek
  8. Pakdhe / Bapak Gedhe / Siwa -> Kakak laki-laki Bapak/Ibu atau semua anak laki-laki dari kakak eyang berapapun umurnya
  9. Budhe / Ibu Gedhe / Siwa -> Kakak perempuan Bapak/Ibu atau semua anak perempuan dari kakak eyang berapapun umurnya
  10. Paklik / Bapak Cilik -> Adik laki-laki Bapak/Ibu atau semua anak laki-laki dari adik eyang berapapun umurnya
  11. Bulik / Ibu Cilik -> Adik perempuan Bapak/Ibu atau semua anak perempuan dari adik eyang berapapun umurnya
  12. Mas / Mbak Misan -> Semua anak dari Pakdhe/Budhe
  13. Adik Misan -> Semua anak dari Paklik/Bulik
  14. Mas / Mbak Mindoan -> Semua cucu dari kakak Eyang
  15. Adik Mindoan -> Semua cucu dari adik Eyang
  16. Keponakan -> Anak dari saudara kandung
  17. Anak Putra/Jaler-> anak laki-laki
  18. Anak Putri/Estri-> anak perempuan
  19. Anak Pembarep/Mbarep -> anak sulung
  20. Anak Panengah/Tengah -> anak tengah
  21. Anak Wuragil/Ragil -> anak bungsu
  22. Anak pupon -> anak angkat
  23. Anak gawan -> anak bawaan dari istri/suami (jika menikahi janda/duda)
  24. Bapak/Ibu kuwalon -> Bapak /ibu tiri
Panggilan Kesayangan Anak:
 1. Anak Laki-laki :
Nang/Sinang/Lanang/Kenang - Ngger/Angger - Gus/Bagus - Cung/Kacung/Kuncung - Lup/Kulup (kalau belum sunatemoticon-Big Grin) - Lik/Kelik - Le/Thole*

2. Anak Perempuan :
Ndhuk/Gendhuk - Nok/Sinok/Dhenok - Wuk/Bawuk/Kawuk/Gawuk*

Istilah dalam Keluarga dengan Ikatan Pernikahan
  1.  Bojo/Rayat/Somah/Garwa -> Suami/Istri
  2. Maratuwa/Marasepuh -> Mertua (disapa Bapak / Ibu)
  3. Anak Mantu -> Menantu
  4. Mas / Mbak Ipe -> Kakak ipar
  5. Besan -> Bapak/Ibu dari menantu
Silakan disimpan, ini adalah peninggalan leluhur yang nyaris terlupakan dan tidak begitu dipahami oleh generasi sekarang. Semoga bermanfaat.

Buku Karya Kang Widi: Pengembangan Potensi Diri Menurut Agama Buddha

 Pesan Buku: Klik Gambar ini
Cover Depan
Setiap individu memiliki kemampuan atau potensi diri untuk di kembangkan. Demikian pula potensi diri dalam hal spiritual. Buku ini mengupas tuntas tentang *Pengembangan Potensi Diri Menurut Agama Buddha* Buku ini merupakan karya pertama Kang Widi (Widi Astiyono).
Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Ingin tahu lebih lengkap dan pesan bukunya, segera klik disini, persediaan terbatas! 

Berikut ini sekolas tentang isi buku tersebut:

Potensi berasal dari bahasa Inggris to poten yang berarti keras, kuat. Pemahaman lain menunjukkan bahwa potensi mengandung arti kekuatan, kemampuan, daya, baik yang belum maupun yang sudah terwujud, tetapi belum optimal.
Buddha menjelaskan lebih spesifik tentang ketrampilan dalam Mahagopala sutta. Buddha memperbandingkan ketrampilan gembala dengan ketrampilan seorang Bhikkhu yang sedang berlatih. Sebelas ketrampilan gembala sapi menurut Mahagopala Sutta yaitu: (1) mempunyai pengetahuan, (2) mampu membentuk kepribadian, (3) dapat memilih mana yang baik dan buruk, (4) dapat menutupi kekurangan, (5) dapat memadamkan nafsu, (6) mengetahui ladang yang subur, (7) mengetahui apa yang diterima, (8) mengetahui jalan yang benar, (9) mampu membimbing umatnya, (10) mempunyai kelebihan, (11) memberikan saran-saran kepada pembimbing yang juga merupakan ayahnya (M.I.222).

Pesan Buku: Klik disini.
Pesan Buku: Klik disini.
Pesan Buku: Klik disini.

Ingin tahu lebih lengkap dan pesan bukunya, segera klik disini, persediaan terbatas! 
Silakan : Klik disini.

Agenda Tahun 2018

1. Tanggal 5 - 6 Januari Temu Pelatih Nasional dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI 2018. 2. Tanggal 22 April; Video Converenc Maluku Belajar 3. Tanggal 28 April; Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bidang TIK - Tana Toraja Sulsel. 4. Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau. 5. Tanggal 25 - 27 Juli; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi RIau

Tulis Komentar Anda: Dukung Kang Widi Sebagai PNS Inspiratif 2019

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan

Pesan Buku: Klik Gambar

Pesan Buku: Klik Gambar
Buku layak baca: Pengembangan Potensi Diri Menurut Agama Buddha
Instagram

Translate